Pdt. Prof. Jan Sihar Aritonang, Ph.D.

Bidang Studi dan Jabatan: 


Koordinator Pusat Dokumentasi Sejarah Gereja-gereja di Indonesia.
Pengampu MK: Sejarah Gereja Asia, Sejarah Perjumpaan Kristen & Islam, Sejarah Gereja di Indonesia I dan II.
Email: j.aritonang@sttjakarta.ac.id

Riwayat Pendidikan: 

Sarjana Teologi (S.Th.) dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (1976)
Magister Teologi (M.Th.) dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (1980)
Doctor of Theology (D.Th.) dari South East Asia Graduate School of Theology (SEAGST), Singapura (1988)
Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari Utrecht University, the Netherlands (2000)

Riwayat Pelayanan: 

Jan Sihar Aritonang lahir di Sibolga, 22 Januari 1952. Minatnya terhadap sejarah menyebabkan ia melakukan berbagai penelitian terkait sejarah gereja. Beberapa di antaranya adalah Sejarah Gereja Baru (Pentakosta dan Injili) di Indonesia, Sejarah Gerakan Ekumenis di Indonesia, dan juga Sejarah Kekristenan dalam Indonesia Merdeka (1945-2004).
Selain menjadi pendeta GKPI, Jan Sihar Aritonang juga mengepalai Pusat Dokumentasi Sejarah Gereja Indonesia (PDSGI) sejak tahun 2004. Pada tahun 1995-1999, Jan Sihar Aritonang menjabat sebagai Ketua STT Jakarta. Ia juga menjadi pernah menjadi konsultan penerbit buku “Gunung Mulia” sejak tahun 1989-1995. Selain itu, Jan Sihar Aritonang juga aktif dalam beberapa organisasi gerejawi baik dalam maupun luar negeri.

Karya dan Prestasi Akademis: 

Beberapa karya tulis Jan Sihar Aritonang yang telah dipublikasikan antara lain: Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia (BPK Gunung Mulia, 2004), Gereja di Abad 21 - 50 Tahun PGI (Litbang PGI, 2000), Tahun Yobel Itu Haruslah Kudus Bagimu! - 50 Tahun BPK Gunung Mulia (BPK Gunung Mulia, 1996), Berbagai Aliran di dalam dan di sekitar Gereja (BPK Gunung Mulia, 1995), Mission Schools in Batak land - Indonesia. (Leiden: E.J. Brill, 1994), Apa dan Bagaimana Gereja? (BPK Gunung Mulia, 1989), Sejarah Pendidikan Kristen di Tanah Batak (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1988). Jan juga aktif menulis berbagai artikel yang telah dipublikasikan.